Rupiah Anjlog Lagi, Apakah karena Dampak Rush Money?

|

Loading...

Hai sobat danifin, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini melemah cukup dalam. Bahkan, Rupiah hampir menembus level Rp13.600 per USD.
Rupiah Melemah


Melansir Bloomberg Dollar Index, Jakarta, Kamis (24/11/2016), Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia berada di level Rp13.535 per USD, melemah 45 poin atau 0,33%. Adapun pergerakan awal Rupiah Rp13.510-13.586 per USD. dan berdasarkan situs http://www.xe.com/ 1 dolar AS berada pada Rp.13.523.

Dampak langsung dari aksi penarikan dana besar-besaran, mengakibatkan perbankan mengalami kesulitan likuiditas yang besar dan diikuti kelangkaan likuiditas perekonomian secara keseluruhan. Kondisi diperparah dengan melonjaknya suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAP) hingga 300 persen per tahun.

Bank tidak dapat membayar kembali pinjaman yang kemudian menyebabkan bank pemberi pinjaman ikut terkena dampaknya. Muncul efek domino yang membuat kondisi perbankan sangat rentan. Bank dengan saldo negatif pada giro di Bank Indonesia pun semakin banyak. Jika dibiarkan akan menimbulkan kelumpuhan ekonomi. Dari pelajaran di masa lalu yaitu dampak krisis ekonomi 1997/1998., semua orang tentunya berharap tidak akan ada lagi krisis yang memicu rush besar-besaran.




0 comments: