Kenapa Anda Kecanduan Game?

|

Loading...

Bagi sebagian orang, bermain game awalnya dianggap sebagai rekreasi untuk menghibur diri, namun lama kelamaan juga dapat berubah menjadi kecanduan apabila tidak bisa mengontrol diri. 

Apa yang membuat game menjadi begitu adiktif? Seperti halnya kecanduan lain, kecanduan main game adalah masalah yang multi aspek. Desainer video game selalu mencari cara untuk membuat game mereka lebih menarik dan pemainnya betah berlama-lama memainkan game tersebut. Mereka ingin orang yang memainkan game mereka tidak pernah ingin berhenti bermain. WOW

Karena itu, mereka merancang game yang mungkin mudah dimainkan tetapi lebih menantang, pemain dibuat sulit untuk menang sehingga mereka tertantang untuk untuk terus bermain. Dalam hal ini, desain video game mirip dengan desain kasino perjudian, jadi kesempatan pemain untuk menang sangat kecil agar mereka terus bermain. WOW

Ada beberapa daya tarik yang dimasukkan ke dalam game dengan tujuan agar pemainnya menjadi 'kecanduan' bermain, di antaranya adalah:

Skor tinggi

Pernah bermain game PacMan? Skor tinggi adalah salah satu trik yang digunakan pembuat game untuk mengajak orang agar terus bermain. Keinginan untuk mengalahkan skor tertinggi akan muncul (meski skor yang ingin dikalahkan adalah skor milik sendiri), ini membuat pemain menjadi betah bermain selama berjam-jam.

Mengalahkan Game

Trik ini bisa ditemukan di hampir setiap sistem game, tapi bukan di game online role-playing. Orang dibuat untuk terpacu mengalahkan game agar bisa menjadi pemain "tingkat atas" atau mencari petunjuk tersembunyi berikutnya.

Role-Playing

Di game role-playing, pemain tidak hanya sekedar bermain. Mereka bisa membuat karakter dalam permainan dan memulai sebuah petualangan yang unik dengan karakter baru tersebut. Akibatnya, ada keterikatan emosional dengan karakter tersebut, dan cerita yang ditawarkan game itu membuat pemain lebih sulit untuk berhenti bermain.

Misi pencarian

Mengeksplorasi atau mencari taktik game adalah trik yang paling sering digunakan dalam game role-playing. Game online yang paling populer saat ini misalnya, World of Warcraft. Di game ini pemain akan menghabiskan banyak waktu untuk menjelajahi dunia imajiner. Sensasi yang ditawarkan adalah pencarian (meski tempat-tempatnya tidak benar-benar ada).

Relationship

Ini terutama untuk game online. Game online role-playing memungkinkan pemain tersebut untuk membangun hubungan dengan pemain lainnya. Bagi beberapa anak, komunitas online ini menjadi tempat yang paling asyik karena mereka merasa diterima, ini membuat mereka ingin kembali bermain, lagi dan lagi.

Massive Multiplayer Online Role-Playing Games (MMORPG) juga bisa menjadi sangat adiktif karena tidak ada akhir. Nggak seperti game standar seperti Super Mario Brothers, di mana pemain menang ketika berhasil menyelamatkan sang putri, di game MMORPG pemain tidak menyelamatkan sang putri.

Faktor lain yang membuat seseorang/anak menjadi kecanduan game adalah karena rasa bosan, hubungan dengan anggota keluarga tidak harmonis(broken home), merasa terbuang/diacuhkan di sekolah atau tidak diperhatikan di rumah. Faktor-faktor itu membuat seseorang lebih mudah menjadi kecanduan game untuk mengisi kekosongan jiwa dan memenuhi kebutuhan yang tak mereka dapat dari tempat lain.

Selain faktor psikologis, konon katanya ada elemen fisiologis yang menjadikan seseorang menjadi kecanduan bermain game. Para peneliti di Rumah Sakit Hammersmith di London pernah melakukan penelitian pada tahun 2005 dan menemukan bahwa tingkat dopamin di otak pemain naik dua kali lipat saat mereka bermain game. Dopamin adalah hormon yang mengatur suasana hati yang berkaitan dengan perasaan senang/bahagia. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa game benar-benar bisa menjadi adiktif.

Kecanduan game adalah masalah nyata yang dihadapi para orang tua, guru, dan mungkin pemainnya sendiri. Solusinya bukan menjauhkan mereka dari komputer atau gadget. Namun, Orangtua sebaiknya mulai membangun komunikasi yang aktif dan dua arah dengan anak mereka. Buat aturan saat bermain game. Seperti membatasi jam mainnya. Ajak anak untuk melakukan kegiatan fisik seperti ikut klub olahraga, membentuk grup musik (band), atau sekadar bermain dengan anak tetangga.


0 comments: