10 Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia (LENGKAP)

shares |

Loading...
Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia - Hai sobat Danifin, Ngomong-Ngomong mengenai flora dan fauna di Indonesia tentu saja seperti menceritakan jumlah semut-semut yang sangat banyak karena keanekaragaman fauna dan flora di Indonesia sangat beragam. Salah satu hal yang membuat Indonesia mempunyai keanekaragaman fauna dan flora yang banyak karena Indonesia mempunyai letak/posisi geografis yang sangat mendukung bagi perkembang biakan dan tempat tinggal para fauna dan flora. Selain itu, Iklim tropis di Indonesia menjadi salah satu faktor yang mendukung akan hal tersebut.

Kesuburan tanah serta tumbuhnya berbagai macam tumbuhan-tumbuhan (flora) menjadi salah satu penyebab utama terjadinya populasi fauna yang sangat beraneka-ragam. Tumbuhan sebagai makanan serta menjadi tempat hunian para fauna banyak tumbuh di Indonesia sepanjang tahun. Hal ini lah yang membuat Indonesia mempunyai bermacam-macam fauna langka yang tak dipunyai oleh negara lain.

Bahkan untuk beberapa fauna yang bukan berasal dari negara Indonesia dapat berkembang biak secara baik di Negeri Indonesia kita ini lho. Hal ini menjadi parameter penting penyebab keaneka-ragaman fauna dan flora yang dipunyai negeri tercinta kita yaitu Indonesia.

Untuk mengenal lebih jauh lagi tentang keanekaragaman fauna dan flora yang ada di Indonesia maka sebaiknya ketahuilah berbagai macam jenis fauna dan flora yang ada di Indonesia seperti pada penjelasan di bawah ini.

Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia

Hewan Langka di Indonesia


1. Komodo


Komodo adalah salah satu jenis mamalia hanya dimiliki oleh Negara Indonesia, nama latinnya Varanus Komodensis. Komodo adalah spesies kadal terbesar yang ada di dunia ini dan cuma hidup di Pulau Komodo, Rinca, Gili Montang, Flores serta di Nusa Tenggara (Gili Dasami). Di daerah tersebut nama komodo lebih dikenal oleh masyarakat daerah dengan sebutan “Ora”.

Sampai detik ini Komodo menjadi salah satu hewan yang dimasukkan dalam kategori hewan yang sangat dilindungi karena keberadaan fauna ini sangat rentan terhadap kepunahan. Maka dari itu, Kelestarian fauna ini di jaga dengan didirikannya taman nasional untuk fauna ini yaitu di Taman Nasional Pulau Komodo yang khusus didirikan untuk satwa ini.

Fauna spesies kadal raksasa ini ditemukan pada tahun 1910 oleh seorang peneliti dari barat. Ukuran dari hewan ini yang sangat besar dengan panjang rata-rata 2 – 3 meter membuatnya sangat pantas disebut sebagai kadal raksasa. Hewan pemakan daging yang sangan senang memburu mangsa yang lebih besar darinya ini mempunyai gigitan yang beracun sehingga sangat mematikan bagi mangsanya.

2. Orang Utan


Orang utan adalah satu-satunya spesies kera terbesar di Asia. Janis orang utan yang sampai detik ini ada di Indonesia yaitu spesies Pongo Abelii dan Pongo Pygmaeus. Kedua spesies ini hanya hidup di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Populasi orang utan di Indonesia mencapai 90% dan sisanya tersebar di daerah Sabah dan Serawak Negara Malaysia. Sampai detik ini populasi dari orang utan juga mulai masuk daftar merah IUCN karena mempunyai potensi keterancaman punah. Keadaan ini juga diperkuat dengan tercantumnya orangutan di dalam Lampiran 1 Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan flora Liar (CITES). Oleh karena itu sebagai warga negara Indonesia sangat wajib untuk menjaga kelestariannya.

Tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi orang utan berada pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut, tetapi pada beberapa studi juga ditemukan populasi yang berada pada pegunungan yang memiliki ketinggian pada 1000,1 mdpl.

3. Harimau Sumatera


Harimau sumatra Dalam bahasa latin disebut dengan Panthera tigris sumatrae adalah spesies harimau asli dari pulau sumatra yang termasuk sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup sampai sampai detik ini. Ciri dari harimau ini adalah ukuran tubuhnya terkecil dibandingkan jenis harimau lainnya dengan warna paling gelap di antara semua spesiesnya.

Harimau jantan mempunyai panjang tubuh sekitar 92 inci dari kepala sampai ekor dan berat sekitar 140 kg dengan tinggi 60 cm. Sedangkan pada harimau betina mempunyai panjang sekitar 78 inci dan berat sekitar 91 kg. Populasi liar harimau sumatera sampai detik ini hanya tersisa 400-500 ekor dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered). Penghancuran habitat adalah ancaman terbesar terhadap populasi ini. Tercatat sekitar 66 ekor harimau sumatra terbunuh antara tahun 1998 – 2000. Selain karena pembunuhuan liar harimau sumatra sering juga di perdagangkan oleh orang orang tak betanggung jawab. Perdagangan bagian tubuh harimau di Indonesia sampai detik ini semakin memperihatinkan. Dari survei Profauna Indonesia yang didukung oleh Internationals Fund fo Animal Welfare (IFAW) pada bulan juli-oktober 2008, selama 4 bulan tim profauna mengunjungi 21 kota/lokasi yang ada di sumatera dan jakarta. Dari 21 kota yang dikunjungi, 10 kota di antaranya ditemukan adanya perdagangan bagian tubuh harimau sekitar kurang lebih 48%.

Perdagangan bagian tubuh dari harimau di Indonesia adalah perbuatan kriminal lho, kenapa? karena melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Berdasarkan pasal 21 dlm undang-undang nomor 5 tahun 1990 poin (d) bahwa “setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau mempunyai, kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dri bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia”. Pelanggar dari ketentuan tersebut bisa dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara maks 5 tahun dan denda maks 100 juta.

4. Badak Jawa


Badak jawa atau seringkali disebut badak bercula satu dlm bahasa latin disebut Rhinoceros sondaicus adalah anggota famili Rhinocerotidae yang adalah satu dari lima spesies yang masih ada sampai sampai detik ini. Badak ini mempunyai genus yang sama dengan badak india dan mempunyai kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak jawa mempunyai panjang sekitar 3 – 3,2 m dan tinggi sekitat 1,4 – 1,7m.

Walaupundisebut dengan badak jawa, tetapi binatang ini tak terbatas dan hanya ditemukan di pulau jawa saja. Badak ini pernah mjd salah satu badak di Asia yang paling banyak penyebarannya. Populasi badak sampai detik ini sangat kritis, kemungkinan bdaka jawa termasuk mamalia terlangka yang ada di bumi. Sekitar 40-50 ekor badak hidup di taman nasional ujung kulon. Dan tak lebih dari delapan ekor badak jawa hidup di alam bebas ditaman nasional Cat Tien, Vietnam. Pemburuan liar dan hilangnya habitat yang aman menjadi faktor berkurangnya populasi badak jenis ini.

Badak jawa bisa hidup selama 30-50 tahun di alam bebas. Badak ini hidup di daratan rendah, padang rumput basah dan daerah daratan banjir. Badak jawa lebih kecil daripada sepupunya, badak india, dan mempunyai besar tubuh yang dekat dengan badak hitam. Panjang tubuh badak Jawa (termasuk kepalanya) bisa lebih dari 3,1–3,2 m dan mencapai tinggi 1,4–1,7 m. Badak dewasa dilaporkan mempunyai berat antara 900 dan 2.300 kilogram.

5. Badak Sumatera


Badak sumatera atau badak Asia bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis), yang adalah spesies langka dari famili Rhinocerotidae dan termasuk salah satu dari 5 spesies badak yang masih ada. Badak sumatera adalah satu-satunya spesies yang terlestarikan dari genus Dicerorhinus. Badak ini adalah badak terkecil, walaupun masih tergolong hewan mamalia yang besar.

Sama dengan Badak Jawa, Populasi jenis badak ini juga terancam punah, sampai detik ini diperkirakan hanya tinggal enam populasi badak ini yang berada di alam liar, empat berada di Sumatera, satu berada di Kalimanatan dan satu lagi di semenanjung Malaysia. Jumlah badak sumatera sulit ditentukan, karena badak ini adalah hewan penyendiri yang tersebar luas. Pada tahun 2015, diperkirakan jumlah mereka hanya tersisa sekitar 80 ekor, dan para peneliti mengumumkan bahwa badak sumatera timur di bagian utara Kalimantan telah punah. Mengejutkan bukan?

6. Gajah Sumatera


Gajah sumatra adalah mamalia terbesar di Indonesia, dengan berat maksimal mencapai 6 ton dengan tubuh setinggi 3 1/2 meter pada bahu. Gajah sumatera merupakan subspesies dari gajah asia yang cuma berhabitat di pulau sumatera. Gajah jenis ini berpostur tubuh lebih kecil dibandingkan dengan gajah india. Sebanyak 65% populasinya lenyap akibat ulah dari manusia dan 30% akibat dibunuh atau diracuni oleh manusia dari 2000-2700 ekor. Populasinya semakin menurun dan semakin terancam punah.

Gajah sumatera sangat meyukai habitat hutan dengan daratan rendah. Di masa lalu, saat habitatnya belum rusak, gajah mengadakan migrasi luas. Pergerakan ini pada umumnya mengikuti aliran sungai. Gajah berpindah-pindah dari daerah gunung ke dataran rendah pantai selama musim kering dan naik ke bukit satu kali saat hujan datang (Van Heurn, 1929; Pieters, 1938 dalam Satiapillai. 2007).

Gajah sumatera mempunyai 5 kuku pada kaki depan dan 4 kuku pada kaki belakang. Gajah sumatera dewasa dalam 1 hari membutuhkan makanan sampai 150 kilogram dan air 180 liter/hari. Tetapi dari jumlah itu, hanya sekitar 40% saja makanan yang diserap oleh pencernaannya. Dan sisa nya digunakan untuk melakukan perjalanan sampai 20 km perharinya. Dengan kondisi hutan yang semakin berkurang akibat pembalakan liar dan kebakaran hutan, tak heran bila nafsu makan dan daya jelajah binatang berbelalai ini sering terjadi konflik dengan manusia sekitarnya.

7. Anoa


Anoa adalah satwa endemik Sulawesi, sekaligus emnjadi maskot provinsi Sulawesi Tenggara. Terdapat dua jenis anoa yaitu anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan anoa darata rendah (bubalus depressiconis). Keduanya tinggal di hutan yang tak dijamah oleh manusia. Cara membedakan dua jenis anoa ini yaitu dilihat bedasarkan bentuk tanduk dan ukuran tubuh. Anoa dataran rendah relatif berukuran lebih kecil, ekor pendek, lembut dan mempunyai tanduk melingkar. Sedangkan anoa pegunungan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, ekor panjang, kaki putih dan mempunyai tanduk besar. Anoan mirip dengan kerbau, mempunyai berat tubuh satwa ini sekitar 150-300 KG dan tinggi 75 cm.

Sejak tahun 1960-an anoa termasuk ke dalam fauna yang berada alam statusnya terancam punah. Lima tahun terakhir populasi anoa menurun secara drastis. sampai detik ini diperkirakan hanya tertinggal 5000 ekor anoa yang masih bertahan hidup. Pemburuan menjadi alasan punahnya populasi jenis fauna endemik sulawesi ini.

8. Kanguru Papua


Kanguru papua adalah jenis kanguru terkecil yang ada di dunia. Beratnya hanya sekitar 3-6 kg, panjangnya sekitar 90 cm. Fauna jenis ini adalah salah satu jenis fauna yang dilindungi dari kepunahan yang berasal dari Papua. Kanguru papua hanya ada di papua berada dikawasan daratan rendah, di hutan wilayah selatan papua serta papua nugini.

Kanguru papua terdiri dari dua genus yaitu kanguru tanah (thylogale) dan kanguru pohon (dendrolagus). Kanguru pohon biasa menghabiskan sebagian hidupnya di pohon. Tetapi kanguru pohon juga sering turun ke tanah, mislanya untuk mencari minum . Kanguru pohon memiliki moncong yang lebih runcing dibandingkan dengan kanguru darat. Dengan ekor panjang dan bulat dari pangkal hingga ekor. Sedangkan pada kanguru darat mempunyai ukuran kaki yang lebih pendek di bagian depan. Mempunyai moncong agak tumpul dan tak berbulu, dengan ekor meruncing ke ujungnya.

9. Burung Cenderawasih


Burung cenderawasih adalah anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Burung cenderawasih banyak ditemukan di bagian Indonesia timur, pulau-pulau selat tores, Papua nugini dan Australia timur. Burung cendrawasih terkenal sekali karena mempunyai bulu yang indah dan beraneka warna. Burung Cenderawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, Cenderawasih kuning-besar, Paradisaea apoda. Burung Cenderawasin sering dianggap sebagai burung surga.  Cukup beralasan bila burung cenderawasih dikatakan sebagai burung surga, Burung yang menjadi maskot Papua ini memang mempunyai keindahanan dengan warna bulu yang dipunyainya. Warna bulu cenderawasih yang mencolok umumnya merupakan kombinasi beberapa warna yang lain seperti hitam, oranye, cokelat, kuning, biru, putih, merah, ungu dan hijau. Burung ini semakin cantik dengan keberadaan bulu memanjang dan unik yang tumbuh dari paruh, sayap, atau kepalanya.

Tetapi, Burung cenderawasih yang mempunyai warna bulu yang indah dan mencolok hanya dipunyai oleh pejantan. Keindahan yang dipunyainya digunakan untuk menarik perhatian dari sang burung betina pada musim kawin. Selain memamerkan keindahan bulu mereka, cenderawasih jantan bahkan melakukan gerakan-gerakan atraktif seperti tarian yang dinamis dan indah untuk merebut perhatian betina. Tiap jenis cenderawasih mempunyai jenis tarian dan atraksi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Cenderawasih betina cenderung berukuran lebih kecil dengan warna bulu yang tak seindah dan sesemarak warna cenderawasih jantan. Kabar baiknya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah spesies cenderawasih tebanyak.Kurang lebih Ada sekitar 33 jenis cenderawasih di Indonesia. Dengan 28 jenisnya banyak ditemukan di Papua.

Karena keindahan yang dipunyainya, membuat keberadaan burung ini kian lama makin terancam. Pemburuan dan penangkapan liar karena perdagangan serta kerusakan habitat hidupnya menjadi beberapa penyebab utama semakin langkanya burung ini.

10. Jalak bali


Jalak bali merupakan spesies burung pengicau dengan ukuran sedang, panjang sekitar 25 cm. Ciri khas dari burung ini adalah bulu yang putih diseluruh tubuhnya kecuali sedikit garis hitam pada ekornya dan pada bagian pipi berwarna kebiruan.
Jalak bali adalah hewan endemik pulau bali dan hanya ditemukan di bagian barat pulau Bali, Nah, pada tahun 1991 jalak bali dinobatkan sebagai lambang fauna di provinsi Bali.

Jalak bali adalah salah satu burung yang paling diminati oleh kolektor sebagai burung peliharaan karena penampilannya yang cukup cantik. Penangkapan liar dan hiangnya habitatnya menjadi penyebab semakin langkanya jalak bali untuk ditemui di sekitar kita. Untuk mencegah kepunahannya jalak bali, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran jarak bali.

Tumbuhan Langka di Indonesia


1. Melati


Melati termasuk dalam genus dari semak dan tumbuhan merambat dalam keluarga zaitun (Oleaceae). Melati adalah tumbuhan bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang bisa hidup menahun. Merupakan spesies melati yang berasal dari asia selatan. Penyebarannya dimulai dari hindustan ke Indocina lalu kepulauan Melayu. Bunga ini merupakan salah satu bunga nasional Indonesia (puspa bangsa) selain Padma raksasa (Raflesia Arnoldii) dan anggrek bulan. Bunga melati pula menjadi bunga nasional Filipina.

Terdiri dari 200 spesies tumbuhan asli daerah beriklim tropis dan hangat dari Eurasia. australasia dan Oseania. Tetapi hanya ada sekita 8 sampai 9 spesies saja yang dibudidayakan, sedangkan lainnya tumbuh liar dihutan karena belum ditemukan potensi ekonomi dan soaialnya.

Di Indonesa bunga melati melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di Indonesia. Bunga melati menjadi keharusan hiasan rambut pengantin dlam upara perkawianan beberapa adat di Indonesia. Sebutan untuk tumbuhan ini berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia, antara lain: Menyuru (Banda), Menuh (Bali), Melur (Gayo dan Batak karo), Meulu atau Riwat (Aceh), Menduru (Manado), Manyora (Timor), Mundu (Bima dan Sumbawa), Malete (Madura), Melati salam (UMI), dan Beruq-beruq (Mandar).

2. Anggrek


Bunga anggrek memiliki nama latin Orchidaceae, yang merupakan salah satu jenis bunga dengan spesies terbanyak di Indonesia. Habitat bunga anggrek banyak tersebar didaerah tropika, tetapi terdapat juga didaerah sirkumpolar sampai kewilayah tropika basah.

Anggrek adalah salah satu tumbuhan yang hidup menempel atau menumpang pada pohon lain, tetapi anggrek bukan bunga parasit. Mereka mampu hidup mandiri walaupun menumpang pada pohon lain untuk mendapatkan cahaya matahari. Oleh karena itu, bunga anggrek banyak dijumpai di dalam hutan dengan menempel pada pohon-pohon besar maupun di lereng-lereng pegunungan.

3. Bunga Bangkai


Bunga bangkai atau lebih dikenal dengan nama suweg (dalam bahasa lokal untuk jenis vegetatif) dengan bahasa latin Amorphophallus titanum Becc. Merupakan tumbuhan dari jenis talas-talasan endemik dari sumatra, yang dikenal sebagai bunga majemuk terbesar. Kenapa dinamakan bunga bangkai? sebab, bunga ini mengeluarkan aroma bau busuk, aroma busuk tersebut sebenarkan digunakan untuk menarik serangga kumbang atau lalat untuk menyerbuki bunganya.

Tumbuhan ini mempunyai dua fase kehidupannya yang muncul secara bergantian, yaitu fase generatif dan fase vegetatif. pada fase vegetatif muncul daun dan batang semu, Seiring berjalannya waktu (tahun) organ vegetatifnya akan layu dan umbinya dorman. Dan bila cadangan makanan diumbi mencukupi dan lingkungannya mendukung maka bung amajemuknya akan muncul. tetapi bila cadangan makanannya kurang maka akan muncul kembali daun.

4. Rafflesia Arnoldii


Padma raksasa dalam bahasa latin rafflesia adalah tumbuhan parasit yang terkenal karena ukuran bunga yang besar, bahkan bunga ini merupakan bunga terbesar di dunia. bunga ini tumbuh dijaringan merambat dan tak mempunyai daun sehingga tumbuhan ini tak mampu berfotosintetis. Bunga ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818 dihutan tropis Bengkulu (sumatera) di dekat sungai Manna, Lubuk tapi, kabupaten Bengkulu Selatan oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Rafdles, pemimpin expedisi itu.

Bunga ini terdiri dari 27 spesies dan dari semua spesiesnya ditemukan di Asia tenggara. Tumbuhan ini tak memiliki batang, daun atau akar yang sesungguhnya. Rafflesia adalah tumbuhan endoparasit pada tumbuhan merambat pada genus Tetratigma, menyebar haustoriumnya yang mirip akar didalam jaringan tumbuah merambat itu.

Karena tumbuhan Rafflesia Arnoldii adalah jenis tumbuhan yang langka maka Oleh pemerintah Provinsi bengkulu bunga Rafflesia ditetapkan sebagai lambang provinsi.Dan emnetapkannya sebagai tumbuhan yang dilindungi dan harus dilestarikan.

5. Kantong Semar


Kantong semar adalah tumbuhan yang unik karena tumbuhan ini memangsa berbagai serangga di dekatnya yang dalam bahasa latinnya Nepenthes yang termasuk ke dalam familia monotipik, terdiri dari 130 spesies. Habitat dengan spesies terbanyak beradah di puau Borneo dan Sumatera.

Ada umumnya Nepenthes mempunyai tiga macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong bawah dan kantong roset. Kantong atas adalah kantong dari tumbuhan dewasa, kantong atas sering digunakan untuk menagkap hewan yang trbang seperti lalat atau nyamuk. Kantong bawah merupakan kantong yang dihasilkan pada bagian tumbuhan muda yang biasa tergeletak di atas tanah, dan mempunyai dua sayap yang digunakan untuk membantu bagi serangga tanah atau semut untuk memanjat mulut kantong dan akhirnya terperangkap ke dalam cairan enzim di dalamnya. sedangkan kantong roset tumbuh pada daun yang berbentuk roset. Tetapi terkadang beberapa jenisnya mengeluarkan kantong tengah yang berbentuk seperti campuran kantong bawah dan kantong atas.

Tumbuhan ini mempunyai penyebaran yang sangat luas dari pinggir pantai sampai dataran tinggi, karena itulah nepenthes dibagi dalam dua jenis yaitu jenis dataran rendah dan jenis dataran tinggi, walaupun kebanyakan spesies tumbuh di dataran tinggi.

6. Cendana


Cendana atau lebih dikenal cendana wangi mrupakan pohon penghasil kayu cendana serta minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai bahan dupa, rempah-rempah,  aromaterapi, campuran parfum, serta wewangian lainnya. Di Indonesia kayu pohon ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, walaupun sekarang dapat juga ditemukan di berbagai wilayah Indonesia lainnya, seperti di Pulau Jawa, Sumatra dan Daerah lainnya.

Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya, kecambahnya memerlukan inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena akarnya sendiri tak sanggup mendukung kehidupannya.

7. Damar


Pohon damar memiliki nama latin Agathis dammara adalah sejenis pohon anggota tumbuhan runjung dan merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, Sumatera sampai ke Filipina. Di Jawa, tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getahnya. Getah ini dimanfaatkan untuk diolah menjadi kopal.

Pohon damar adalah pohon yang besar dengan tinggi hingga 65m, dengan batang silindris diameter sekitar 1,5m. damar bisa tumbuh secara alami di hutan hujan daratan rendah samapi ketinggian 1.200 mdpl. Tetapi untuk pembudidayaan tumbuhan ini ditanam di pegunungan.

8. Edelweiss Jawa


Edelweiss Jawa atau bunga Senduro (Anaphalis javanica) adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi nusantara. Edelweiss adalah tumbuhan pelopor bagi tanha vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu memperthankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus. Bunga edelweiss biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus yang sangat disukai serangga.

Edelweiss sampai detik ini adalah salah satu jenis bunga yang sudah sangat langka spesiesnya, karena bagian-bagian edelweiss sering kali dipetik dan dibawa turun dari atas gunung dengan alasan-alasan estetis maupun spriritual atau hanya sekedar oleh-oleh dan kenang-kenangan. Pada bulan februari sampai dengan bulan Oktober 1988 terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrano, yg merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir tumbuhan ini.

Salah satu tempat terbaik untuk melihat dan menikmati edeweiss adalah di Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Tegal Alun (Gunung Papandayan), Plawangan Sembaluns (Gunung Rinjani) dan Alun-Alun Mandalawangi (Gunung Pangrango)

9. Daun Payung


Daun payung atau banyak yang menyebut daun raksasa, daun sang atau salo dengn bahasa latin (Johannesteijsmannia altifrons) adalah tumbuhan sejenis palem-paleman yang memiliki daun besar dan lebar. Daun payung adalah salah satu tumbuhan di Indonesia tepatnya di Sumatera Utara. Tumbuhan ini bisa ditemukan dekat Taman Nasional Gunung Leuser.

Daun payung adalah jenis tumbuhan yang tumbuh tunggal. Memiliki ukuran daun panjang sekitar 3-6meter denagn lebar 1m. Tumbuhan ini tak tahan terhadap paparan sinar matahari langsung, oleh karena itu tumbuhan ini sering ditemukan tumbuh diantara pepohonan lebat. Keberadaan tumbuhan raksasa ini semakin berkurang disebabkan karena banyaknya kebakaran hutan sehingga pohon tempatnya berlindung juga ikut berkurang.

10. Ulin


Ulin adalah sejenis pohon besr yang sering disebut sebagai pohon besi atau bulian yang merupakan tumbuhan khas dari pulau Kalimantan. Pohon ini dapat menghasilkan kayu yang sangat kuat sehingga banyak digunakan untuk konstruksi bangunan, jembatan, rumah, tiang listrik dan perkapalan. Ulin adalah jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah sumatera bagian selatan dan Kalimantan.

Ulin termasuk jenis pohon yang cukup besar yang tingginya bisa sampai 50m dengan diameter sampai 120 cm. Tumbuhan ini tumbuh di dataran rendah samapi ketinggian 400 mdpl. Tetapi, karena pohon ini cukup sulit untuk diperkembangbiakkan sehingga populasinya saat ini pun menurun.

Nah, itu saja Penjelasan seputar Fauna dan Flora Terlangka di Indonesia  yang dapat disampaikan, semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan menambah wawasan anda.

0 comments: