Pengertian, Ciri-ciri dan Pola Kalimat Deduktif dan Induktif

shares |

Loading...
Pengertian, Ciri-ciri serta Pola Kalimat Induktif dan Deduktif - Hai sobat danifin, Setelah kita belajar tentang Teks Iklan, kemudian pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia tentu kita sudah belajar tentang Paragraf dimana Arti dari Paragaraf ini merupakan rangkaian dari beberapa kalimat yang saling terjalin dan mengandung sebuah topik atau gagasan utama yang sedang dibahas di dalamnya. Nah, yang akan kita bahas tak lain dari Paragraf dengan pembagiannya yaitu Paragraf/Kalimat Deduktif dan Induktif dan Ciri-ciri dan Pola-polanya masing-masing kalimat.


Materi Deduktif dan Induktif (Pengertian, Ciri-Ciri dan Pola)


1. Definisi/Pengertian Induktif

Kalimat utama Paragraf induktif berada pada bagian akhir Paragraf. Pada Paragraf ini diawali dengan kalimat-kalimat penjelas yang berupa fakta-fakta, rincian khusus, contoh-contoh,  maupun bukti-bukti yang setelah itu disimpulkan atau digeneralisasikan ke dalam 1 kalimat pada akhir Paragraf. Paragraf Induktif dikembangkan dari pola khusus ke pola umum.

Ciri-ciri kalimat Induktif

Diawali dengan penjelasan-penjelasan khusus.
Lalu, digeneralisasikan menjadi sebuah kesimpulan berdasarkan penjelasan-penjelasan khusus.
Kesimpulan yang merupakan kalimat utama terdapat pada akhir Paragraf.


Pola Kalimat Induktif

- Khusus,
- Khusus,
- Khusus,
- Umum.

Contoh-Contoh Paragraf Induktif:

Tau ngga? Paragraf Induktif terdiri dari berbagai jenis, berikut ini adalah contohnya:

a. Generalisasi
Setelah ujian anak-anak di periksa, ternyata nilai mereka beraneka-ragam. Sebanyak 20 siswa nilai mata pelajarannya melebihi standar kelulusan. 10 siswa mendapat nilai tepat pada standar kelulusan, dan tak ada seorangpun yang mendapat nilai dibawah standar. Dapat dikatakan kegiatan belajar di kelas ini cukup berhasil.

b. Analogi
Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang sangat ekstra dikarenakan daya tangkap yang dipunyai pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah terlalu lemah karena terlalu banyaknya pikiran yang menganggu. Nah, karena Itulah kenapa dikatakan belajar di waktu tua ituseperti melukis di atas air.

c. Sebab-akibat
Saat ini kita sudah memasuki musim penghujan. Banyak sampah yang menumpuk akibat kita sering membuang sampah sembarangan. Terlebih lagi, mendangkalnya permukaan sungai saat ini. karena itulah, tak mengherankan banjir selalu datang setiap hari.

d. Perbandingan
Andi suka menolong setiap orang. Dia selalu ramah kepada siapapun. Tak seperti adiknya Anto yang suka menjahili orang. Anto terkenal karena kenakalannya daripada prestasinya. Itulah kenapa kedua saudara ini mendapat perlakuan beda dari teman-temanya.

2. Pengertian Deduktif

Paragraf deduktif adalah suatu Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Paragraf ini diawali dengan pernyataan yang bersifat umum dan kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan khusus yang berupa contoh-contoh, rincian khusus, bukti-bukti dan lain-lain. Karena Paragraf deduktif dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola kalimatnya adalah dari umum ke khusus.

Ciri-ciri kalimat deduktif:

Kalimat utama berada di awal paragraf.
Kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan-penjelasan.


Pola Paragraf deduktif:

- Umum,
- Khusus,
- Khusus,
- Khusus.

Contoh-Contoh Paragraf deduktif:

Kemacetan sudah menjadi trend/hal yang biasa di Kota Jakarta. Kemacetan tsb disebabkan oleh beberapa faktor antara lain. Pertama, jumlah kendaraan yang ada di Jakarta tidak seimbang dengan luasnya jalan. Kedua, Kurangnya kedisiplinan bagi semua pengguna jalan raya. Ketiga, Kemunculan tempat-tempat yang menganggu lalu lintas seperti pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Yang terakhir, Ketidak tegasnya aparat yang berwenang dalam menindak para pelanggar lalu lintas

Itulah beberapa Kalimat Deduktif dan Induktif: Pengertian, Ciri-ciri dan Pola, semoga dengan Artikel ini dapat memberikan manfaat. Semangat Belajar. Terima Kasih. Janan lupa share ya ke teman kamu biar tambah pintar.

0 comments: