Pengertian Bayi Tabung dan Resikonya

shares |

Loading...
Pengertian Bayi Tabung dan Resikonya. Hai sobat danifin, pernah mendengar bayi tabung? Bayi tabung atau pembuahan in vitro adalah sebuah teknik pembuahan atau reproduksi dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh seorang wanita. Bayi tabung adalah suatu metode untuk mengatasi masalah kesuburan (keturunan) dimana akan dilakukan bila metode lainnya sudah tidak berhasil. Adapun proses dari bayi tabung itu sendiri adalah mengendalikan proses ovulasi secara hormonal, yaitu pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sperma dilakukan dalam sebuah medium cair sehingga persentase ovum dibuahi sperma akan lebih besar nantinya.
Bayi Tabung




Program bayi tabung adalah suatu teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur matang dan sperma di luar tubuh manusia ( In vitro fertilizition ). Teknik ini sekarang menjadi trend dan semakin diminati oleh pasangan yang sulit mempunyai keturunan. Meskipun program bayi tabung memerlukan pengorbanan dan biaya yang mahal. Sebelum melakukan program bayi tabung disarankan bagi pasangan suami istri sebaiknya konsultasi ke dokter dulu untuk memahami prosedur, peluang dan resiko mengenai program bayi tabung ini. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dan menambah kesiapan mental bagi pasangan suami istri menghadapi resiko kedepannya.





Selain peluang kehamilan, ada juga beberapa faktor yang menjadi resiko dari bagi pasangan suami istri yang akan menjalani program bayi tabung. Dan itu harus dihadapi apabila sudah menetapkan program bayi tabung sebagai pilihan utama untuk mendapatkan keturunan. Resiko program bayi tabung antara lain sebagai berikut :

>> Resiko terjadinya stimulasi indung telur yang berlebihan sehingga terjadi penumpukan cairan di rongga perut yang menyebabkan keluhan berupa mual, kembung, muntah dan hilangnya selera makan. Dengan pemantauan yang rutin akan menghindari resiko stimulasi yang berlebihan.

>> Resiko kehamilan kembar lebih dari dua akan meningkat dampak banyaknya embrio yang dimasukkan ke rahim. Dan berdampak terjadinya resiko terjadinya persalinan prematur yang akan memerlukan perawatan lebih lama dari biasanya. Untuk mengurangi resiko tersebut dengan mempertimbangkan usia maka akan dilakukan pembatasan embrio yang akan dimasukkan ke rahim.

>> Resiko terjadinya pendarahan dan infeksi diakibatkan karena pengambilan sel telur dengan jarum. Karena kemungkinan jarum akan mengenai kandung kemih, usus dan pembuluh darah. Tetapi dengan teknologi USG hal itu dapat dihindari.

>> Resiko mengalami keguguran dan kehamilan di luar kandungan. Dengan pemberian hormon dan panduan teknologi USG maka diharapkan hal itu tidak akan terjadi.

>> Resiko lainya adalah tentang biaya yang dikeluarkan, kelelahan fisik dan emosi dalam menyikapi harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti program bayi tabung tersebut.



Dengan memahami tentang program bayi tabung diharapkan bagi pasangan suami istri yang akan melakukan bayi tabung akan lebih siap dalam menghadapi kenyataan dan bila kenyataan itu tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimanapun anak adalah titipan dari Tuhan YME. Apabila sudah melakukan berbagai usaha bahkan program bayi tabung pun sudah dilakukan tetapi belum juga diberi keturunan maka bersabarlah, karena pasti ada hikmah di balik itu semua. Jangan Menyerah !!!

0 comments: