Pengertian, Contoh dan Dampak Buruk Rush Money Bagi Suatu Negara

shares |

Loading...
Hai sobat Danifin sudah tahu tentang Rush Money? Biasanya rush money akan dilakukan ketika stabilitas ekonomi sangat terpuruk atau kinerja bank yang semakin buruk. Hal tersebut dikarenakan sudah berkurangnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank, sehingga masyarakat akan menarik uangnya dengan cepat karena khawatir takut akan hilang dan tidak kembali lagi uangnya. Rush money pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1997-1998 di mana banyak sekali orang mengambil dananya karena khawatir dengan situasi Negara yang sedang kacau.

Pengertian Rush Money

Secara singkat pengertian rush money adalah suatu tindakan menarik uang secara serentak pada tabungannya masing-masing dalam jumlah yang besar bahkan tidak menyisakan sedikitpun pada tabungan BANKnya.

Mungkin baru akhir-akhir ini kita baru mendengar di telinga kita mengenai isu-isu rush money yang sebelumnya mungkin kita sangat asing dengan istilah itu (rush money). Mungkin istilah rush money itu baru muncul setelah aksi damai pada tanggal 4 November 2016 dengan maksud pembelaan terhadap Al-Qur’an yang dilakukan oleh berbagai ormas-ormas islam dalam rangka untuk menuntut keadilan terhadap pelaku penista agama yang dilakukan Gubernur Jakarta Ahok/Basuki Cahaya Purnama.

Setelah aksi damai 4 November lalu itu, mulai terdengar isu-isu bahwa sebagian besar rakyat Indonesia akan melakukan aksi rush money, jika memang proses hukum yang dilakukan tersangka penista agama tidak berjalan secara adil. Memang Ahok sudah menjadi tersangka akan tetapi bagaimana mungkin jika tersangka tidak dihukum? Bahkan ada beberapa kasus yang oknumnya sudah ditangkap walau setatusnya masih dugaan, bahkan seorang siono-pun kehilangan nyawanya padahal salah tangkap.

Penyebab tindakan rush money tersebut tidak lain dikarenakan kekecawaan rakyat terhadap pemerintah atas ketidak adilan dalam menegakkan peraturan-peraturan yang sudah disepakati bersama pada Negara tersebut.

Ataupun hal tersebut bisa dilakukan oleh pihak asing yang dengan sengaja menyulutnya untuk menggoncangkan kestabilan suatau Negara.


Dampak Rush Money

Ada beberapa dampak jika rush money itu benar-benar dilakukan. Jika kita melihat jumlah penduduk di Indonesia saat ini adalah 254,9 juta. Namun pastinya tidak semua dari mereka akan melakukan rush money.

Contoh:
Agar penjelasannya lebih dipengerti saya akan mengambil contoh kecil dari jumlah total penduduk Indonesia. Semisal ada 10 juta rakyat Indonesia melakukan pergerakan rush money dan masing-masing dari 10 juta itu menarik uang miliknya sebesar 2 juta saja pada hari yang sama atau pada minggu itu. Maka jumlah yang ditarik pada hari atau minggu itu sebesar 20 triliun.

Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika uang sebesar itu ditarik dari bank, tentunya sebuah kekacauan akan terjadi tidak hanya pada bank itu saja, melainkan seperti kondisi perekonomian, sosial politik dan lain-lain akan semakin terpuruk.

Andy Wiliam Sinaga, Analis Ekonomi dan Politik Labor Institute Indonesia mengatakan rush money akan berdampak pada tiga segi yaitu ekonomi, sosial dan politik berikut penjelasannya.

Dampak Pada Perekonomian Negara tersebut

Jika memang rush money itu benar-benar akan dilakukan, maka akan timbul sebuah kekacauan pada system perbankan, bank tentunya akan kekurangan cadangan uang cash, sehingga akan menimbulkan berbagai masalah ekonomi seperti pembiayaan dan gejolak ekonomi lainnya.

Dampak social

Ketika bank itu sudah mengalami kekacauan maka akan timbul juga keresahan di masyarakat. Dan akan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dalam hal ini BI Bank Indonesia.


Dampak Politik

Dimana dengan adanya gerakan Rush Money, Maka para politik leader yang menjadi pendukung pemerintah bisa saja menarik consensus ntuk menarik dukungan pemerintah yang sah.

Pesan Untuk Kepala Negara

Jika memang istilah rush money itu muncul setelah aksi damai 4 november lalu, Jika memang pergerakan rush money itu disebabkan atas ketidak puasan dari hasil aksi damai pada 4 november lalu, itu hal yang wajar.

Karena masyarakat tidak akan melakukan hal semacam itu jika pemerintah tidak melakukan hal yang salah. Masyarakat tidak akan melakukan rush money jika mereka tidak ada kekecewaan yang dirasakan atas perlakuan tidak adilnya terhadap peraturan-peraturan dan hukum yang sudah disepaki dalam suatu Negara tersebut. Semua itu tidak akan terjadi jika pemerintah dalam Negara tersebut secara tegas dalam menegakkan hukum yang berlaku.

Jika kita saksikan berapa banyak peserta aksi damai pada 4 november lalu, akan tetapi kedatangan mereka di depan istana negra tidak dihadiri oleh bapak presiden. Padahal mereka disaat itu ingin menyampaikan sebuah pesan singkat “ADILI SI PENISTA AGAMA”. Bahkan tidak hanya kekecewaan yang dirasakan, setelah usah aksi itu mereka masih diteror dengan kabar-kabar buruk, bahwa aksi 4 November adalah aksi anarki, ada unsur politik dan sebagainya.

Banyak media yang memberitakan hal-hal yang buruk saja dan membungkam ketika kesan baik yang mereka lakukan.

Mungkin benar, suara rakyat lebih rendah kedudukannya jika dibanding dengan suara penjabat-penjabat diluar sana. Akan tetapi perlu diingat satu hal karena suara yang rendah inilah anda bisa diangkat menjadi Presiden yang memimpin Negara ini, apakah ini balasan terhadap kami rakyat kecil?

Inilah rakyat yang hanya bisa bersuara, karena rakyat biasa tidak akan mungkin bisa duduk di kursi-kursi tinggi itu dan tidak mungkin menghadiri rapat besar yang dilakukan oleh Negara. Mungkin ancaman rush money adalah bentuk teguran keras terhadap pemerintah agar bisa bijak dalam menegakkan sebuah hukum yang berlaku pada Negara tersebut. Mungkin dengan cara inilah pesan mereka akan sampai dengan harapan sebuah jawaban yang layak bagi Negara ini dan tentunya bagi kesejahteraan masyarakat.

0 comments: