3 Rumus Agar Lancar Bayar KPR

shares |

Loading...
bayar KPR rumah
Sistem KPR yang ditawarkan oleh bank memang membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Lewat pinjaman yang diberikan, kita hanya membayar cicilan tiap bulannya tanpa perlu memiliki uang tunai dalam jumlah besar, enak bukan, mengingat harga rumah yang memang tinggi.

Meski untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memiliki rumah, namun tidak sedikit yang merasa terbebani oleh cicilan kredit per bulannya. Alhasil, tunggakan dan utang malah menjadi membengkak. Akibatnya, rumah kembali ditarik bank padahal kita sudah membayar DP dan cicilan rumah hingga beberapa kali, Aduh jangan sampe deh.

Niat untuk memiliki rumah pun hilang begitu saja. Sudah kehilangan uang, kita juga mendapat bonus masuk dalam daftar blacklist BI (Bank Indonesia).

Sebelum memutuskan untuk ambil KPR, sebenarnya ada beberapa rumus yang dapat diterapkan jika tidak ingin mengalami nasib seperti itu.

1. Mengelola Pendapatan

Pertama adalah menghitung berapa pendapatan bersih Anda (sudah dikurangi biaya wajib seperti makan, cicilan motor, pajak, asuransi kesehatan, dan sebagainya). Seandainya pendapatan bersih Anda adalah Rp 2,5 juta, maka jangan habiskan semua. Gunakan maksimal Rp 2 juta untuk cicilan kredit tiap bulannya, sedangkan sisanya dapat Anda tabung untuk keperluan mendadak jika ada kejadian tak diduga.


2. Kurangi Pengeluaran

Meski sudah dihitung dan dipastikan bahwa Anda tidak terbebani oleh cicilan KPR tiap bulannya, Anda masih tetap harus mengurangi pengeluaran tiap bulan, khususnya pengeluaran yang bersifat konsumtif. Misalnya biaya nongkrong di kafe, budget belanja fashion rutin, dan sebagainya.

Pengurangan ini kemudian dapat dimasukan kembali ke dalam tabungan untuk keperluan mendadak. Pengurangan ini juga merupakan tahap percobaan Anda membayar kredit, apalagi jika suatu saat bunga bank naik. Jika memang sudah sustain dalam waktu lama dan tidak ada masalah, barulah Anda dapat mengembalikan gaya hidup Anda seperti semula.

3. Penghitungan Kasar

Meski sudah diberikan formula lancar bayar KPR, ada beberapa pihak yang tak pandai menghitung berapa pengeluaran rutinnya. Jika Anda termasuk orang yang seperti itu, Anda dapat melakukan perhitungan kasar seperti berikut ini.
Biaya hidup rutin seperti makan dan sebagainya sekitar 50% - 60% dari gaji bulanan.Bayar cicilan kredit sekitar 20% - 30% dari gaji bulanan.Gaya hidup 5% - 10% dari gaji bulanan.Tabungan, investasi dan biaya darurat 5% - 10% dari gaji. Seandainya gaji Anda Rp 5 juta per bulan, berarti sangat disarankan untuk mengambil kredit rumah dengan biaya tenor Rp 1 juta – Rp 1,5 juta.

Nah itulah tips  Agar lancar membayar KPR, Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga Trik Jitu Menghemat Listrik


0 comments: